Thursday, 2 August 2012

Pertumbuhan Islam Pasca Reformasi



Islam tumbuh berkembang sejalan dengan arus sebuah perubahan dalam kehidupan masyarakat, baik masalah politik, ekonomi, sosial, budaya maupun dalam berbagai aspek lain. Sehingga Islam pasca reformasi di Indonesia mengalami keterbukaan dari keberagaman pemikiran dalam menggagas tentang Nilai-nilai ke-Islaman.

Pasca reformasi sebagai tonggak perubahan dalam mencapai sebuah perubahan disegala bidang. Sehingga reformasi menghasilkan sebuah perubahan yang mendasar dari sistem ketertutupan menuju sistem keterbukaan, walaupun reformasi mengalami beragam kendala dengan istilah keterbukaan, tetapi reformasi tetap berjalan ditengah hiruk-pikuk sebuah perubahan menuju rekonstruksi disegala aspek kehidupan.

Pada era reformasi mengalami berbagai kendala dalam menghadapi berbagai paradigma pemikiran keterbukaan. Karena diera reformasi masyarakat mempunyai hak penuh atas dirinya dalam menanggapi sebuah realita yang dianggap tepat menurut persepsi dan pikiran Masing-masing. Inilah penyebab utama dengan istilah keterbukaan yang kebablasan dalam menyikapi beragam persoalan, baik masalah individu maupun dalam bentuk masalah sosial.

Begitu pula keberadaan Islam ditengah-tengah hiruk-pikuk menghasilkan berbagai macam sekte dan aliran. Sehingga sekte dan aliran inilah yang menghasilkan sebuah perbedaan pemahaman tentang ke-Islaman. Berangkat dari perbedaan pemahaman, ternyata menghasilkan berbagai gejolak pemikiran yang cenderung mengarah terhadap perpecahan yang menjurus dalam pembenaran diri.

Memang perbedaan merupakan sebuah rahmat besar, tetapi kalau perbedaan dipahami secara tidak sehat, tentu akan terjadi sebuah tindak destruktif dalam kehidupan masyarakat, apalagi pemahaman ke-Islaman begitu kompleks pasca reformasi dalam menerjemahkan beragam realita kehidupan.

Pertumbuhan Islam pasca reformasi begitu pesat dalam sebuah sekte dan aliran yang berbeda ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Sehingga menghasilkan sebuah pemikiran Islam yang terkadang agak asing ditelinga masyarakat secara luas dalam memahami ajaran Islam. Karena reformasi merupakan sebuah era keterbukaan dengan beragam aliran masuk dalam ranah ke-Islaman di Indonesia.

Menghadapi keberagaman ditengah-tengah masyarakat yang heterogen, sudah semestinya berpikir positif dalam melihat keberagaman pemikiran tentang ke-Islaman, agar terjadi sebuah interaksi yang sehat dalam menjalin ukhuwah Islamiyah. Inilah harapan besar dari masyarakat Islam yang menginginkan sebuah perdamaian dan ketenangan. Sehingga Islam pasca reformasi mampu menunjukkan sebuah tindak kemaslahatan secara universal, dan mampu membangun masyarakat Islam secara kaffah.

Keberadaan Islam pasca reformasi tumbuh berkembang seiring dengan pergolakan maupun perubahan diera keterbukaan. Sehingga Islam pasca reformasi terdapat perbedaan paham yang berbeda diantaranya:

Pertama: Islam liberal merupakan ke-Islaman dengan wajah bangsa Barat dalam menggagas ke-Islaman dan cenderung mengandalkan konteks dalam menganalisa sebuah peristiwa yang menyangkut agama Islam di banding aspek tekstual. Sehingga wajah Islam liberal cenderung mengarah pada gagasan ke-Islaman ala barat dalam menganalisa tentang ajaran Islam.

Kedua: Islam Khilafah merupakan sebuah idiologi ke-Islaman yang menggagas tentang berbagai aspek kehidupan dengan sudut pandang tekstual. Sehingga model Islam Khilafah cenderung di pengaruhi bangsa Timur Tengah dalam menerjemahkan tentang kehidupan ke-Islaman.

Ketiga: Islam tradisional merupakan sebuah pengejawantahan antara teks dan konteks, agar kedua hal ini dapat terjadi sinergi yang saling berkaitan secara utuh. Karena Islam tradisional merupakan wajah ke-Islaman dengan mengambil Nilai-nilai yang terdapat dalam kawasan Nusantara, untuk digali dalam khazanah ke-Islaman yang lebih membumi dalam kehidupan secara kaffah.

Berangkat dari Ketiga paham inilah pemikiran ke-Islaman tumbuh berkembang diera pasca reformasi. Sehingga menimbulkan berbagai diskusi maupun dalam bentuk perdebatan mengenai ke-Islaman. Karena disebabkan perbedaan pandangan dalam menggagas tentang Nilai-nilai ke-Islaman diera pasca reformasi. Semoga Allah SWT memberi petunjuk kebenaran kepada kita semua, Amiin......

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Perjuangan Islam di Nusantara



Islam mengajarkan beragam Norma-norma kebajikan dalam kehidupan ditengah-tengah masyarakat. Sehingga wajar Islam dijadikan sebuah gagasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam melakukan berbagai kajian tentang sebuah Nilai-nilai moral, ekonomi, plitik, sosial, budaya dan berbagai Nilai-nilai lainnya.

Keberadaan Islam di nusantara sudah membumi ditengah-tengah kehidupan. Bahkan Islam telah menjadi sumber kehidupan dalam keseharian masyarakat secara luas. Mengingat Islam merupakan sebuah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam semesta. Sehingga Islam dapat tumbuh berkembang pesat dinusantara dalam mengembangkan beragam gagasan tentang sebuah peradaban maupun kebudayaan.

Perjuangan Islam di nusantara merupakan sebuah realita yang tak dapat dipungkiri. Mengingat perkembangan Islam dikawasan nusantara mempunyai sejarah besar bagi perkembangan Negara-negara di nusantara saat ini.

Kawasan nusantara pada zaman dahulu kala terdapat beragam negara yang berbentuk sebuah kerajaan diberbagai belahan bumi nusantara. Kerajaan Islam yang terkenal adalah: kerajaan Demak Bintoro, Samudra Pasai dan lain sebagainya, tetapi dalam perjalanan bangsa nusantara sejak bangsa eropa masuk kewilayah nusantara, dan melakukan sebuah tindakan Kesewenang-wenangan terhadap bangsa nusantara. Sehingga mengakibatkan kesengsaraan dibumi nusantara pada era penjajahan bangsa eropa.

Setelah perjalanan begitu panjang dalam catatan sejarah, ternyata bangsa nusantara mulai mampu melepaskan diri dari penjajahan bangsa eropa. Berangkat dari sinilah bahwasannya kawasan nusantara dengan sejumlah negara yang terdapat didaratan nusantara, telah memulai membangun jati diri dalam membangun sebuah bangsa yang besar, dan mulai membangun berbagai aspek kehidupan ditengah-tengah masyarakat secara luas.

Sejak kemerdekaan sejumlah bangsa dikawasan nusantara, Islam sebagai agama terbesar dikawasan nusantara mulai melakukan sebuah perjuangan disegala aspek kehidupan Bahkan tidak hanya berkutat masalah keagamaan, tetapi perjuangan Islam di nusantara sudah mulai menampakkan diri secara nyata dalam membangun sebuah peradaban, melalui pendidikan sebagai jalan membangun sumber daya manusia yang handal ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

Perjuangan Islam dikawasan nusantara merupakan sebuah realita yang mempunyai sebuah nilai catatan penting bagi kejayaan Islam di bumi nusantara, agar Islam terus mampu bangkit sebagai wadah menuju perbaikan disegala aspek kehidupan.

Sejarah besar Islam dikawasan nusantara sudah tetulis sejak masa kedatangan Islam dikawasan nusantara. Sehingga keberadaan Islam saat ini sebagai jalan meneruskan sebuah perjuangan yang telah tertulis melalui tinta emas dalam membangun kejayaan Islam.

Kawasan nusantara sebagai tempat yang populer dengan kekayaan alam. Sehingga kawasan nusantara dapat dijadikan sebuah bumi percontohan di dunia dalam membangun sebuah sumber daya alam yang kaya raya. Mengingat bumi nusantara begitu kaya raya dibanding Negara-negara lain didunia.

Perjuangan Islam membutuhkan semangat pantang menyerah dalam menegakkan Panji-panji Islam dalam membangun sebuah peradaban yang bebasis kemajuan, tetapi tidak melupakan akar budaya nusantara sebagai salah satu kearifan lokal dibumi nusantara.

Keberadaan Islam dikawasan nusantara sudah teruji dari Berabad-abad masa silam. Bahkan hingga saat ini, Islam masih berdiri tegak dibumi nusantara sebagai agama mayoritas dikawasan nusantara, tentu semua berkat dari sebuah kerja keras para pendahulu dalam menegakkan Islam sebagai agama kebenaran didada masyarakat dikawasan nusantara.

Tonggak keberhasilan perjuangan Islam di nusantara didasari semangat keikhlasan dalam mewujudkan kebersamaan dan kesetaraan ditengah-tengah kehidupan masyarakat secara luas. Sehingga masyarakat dibumi nusantara tertata rapi dalam membangun sebuah peradaban dan kebudayaan yang lebih mengedepankan atas nama persamaan dan kemanusiaan.

Perjuangan Islam dibumi nusantara memang membutuhkan sebuah proses yang panjang, apalagi badai rintangan selalu menghadang ditengah-tengah sebuah perjuangan, Sehingga kesabaran dalam berjuang merupakan spirit besar bagi para pejuang Islam dikawasan nusantara, dan dibelahan dunia pada umumnya. Semoga Allah SWT memberi rahmat dan berkah kepada para pejuang Islam dikawasan nusantara, Amiin........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
..

Kekuasaan dan Agama



Kekuasaan sudah menjadi wajah dunia baru dalam mengeja sebuah perjalanan tentang kehidupan, walau terkadang sebuah kekuasaan tak sesuai dengan harapan, tetapi tak sedikit manusia mengejar kekuasaan sebagai jalan menuju tentang sebuah makna kepastian hidup.

Eksistensi sebuah kekuasaan sudah melebur dalam setiap dada nafsu angkara murka disaat seseorang mencari jalan kemenangan. Bahkan tak memperdulikan tentang sebuah Nilai-nilai agama terus mereka terjang, tentu dengan tujuan atas nama kekuasaan yang menjadi sebuah akhir perjuangan.

Manusia tak jarang mempunyai hasrat terpendam dalam mencari sebuah kekuasaan. Sehingga terkadang atas nama kekuasaan yang telah menghinggapi dalam watak manusia, mereka tak memperdulikan saudara seiman atau bukan, untuk terus mereka terjang dengan tujuan memuluskan sebuah jalan menuju singgasana kekuasaan.

Memang kekuasaan sudah menjadi raja kehidupan dalam benak seseorang yang tenggelam akan haus hasrat berkuasa. Sehingga seorang insan manusia sebagian ada yang mempunyai hasrat berkuasa begitu keras, untuk mendapatkan sebuah singgasana kekuasaan. Karena kekuasaan sudah menjadi hasrat paling indah dalam benak insan yang terlena atas nama kenikmatan sesaat.

Kekuasaan dialam semesta sudah tidak menjadi barang baru dalam kehidupan bagi hasrat nafsu manusia, untuk mencapai kekuasaan sejati. Sehingga untuk mendapatkan kekuasaan dengan segala cara akan ditempuh, walau berat dan begitu besar halangan dalam mencapai sebuah singgasana kekuasaan.

Manusia dalam menggapai kekuasaan sudah semestinya tidak melalaikan sebuah Nilai-nilai agama. Karena agama sudah mengajarkan tentang suri tauladan dalam menjalankan sebuah pekerjaan dengan amanah dan jujur disetiap detak perjalanan hidup, agar manusia terarah dalam menggapai sebuah kekuasaan secara tepat dalam melakukan sebuah kinerja tentang tata cara kehidupan.

Melalaikan agama dalam menjalankan sebuah roda kekuasaan, tentu sebuah realita yang harus dihindarkan, apabila menginginkan sebuah kebenaran secara haqiqi dalam hidup, untuk mencapai kemaslahatan secara universal dalam perjalanan hidup manusia.

Kekuasaan merupakan sebuah amanah besar yang harus diemban bagi para pemegang tampuk roda pemerintahan, agar dalam menggapai sebuah kebijakan dapat menemukan titik kebenaran.

Nah! berangkat dari sinilah sudah seharusnya para pemegang kekuasaan memberikan sebuah amanah tentang keadilan dan kesejahteraan dalam memberikan sebuah pembelajaran tentang makna kekuasaan sejati dalam naungan sang maha pencipta segala.

Penguasa melalaikan ajaran agama, berarti sebuah kekuasaan dengan nilai semu belaka. Karena yang ada hanya sebatas mencari pembenaran diri, tanpa melihat kebenaran sesungguhnya dalam kehidupan.

Belajar agama dengan cara mengamalkan ditengah-tengah masyarakat secara luas, untuk mencapai sebuah jalan kehidupan secara damai dan sesuai dengan Nilai-nilai ajaran agama secara tepat.

Berangkat dari tulisan diatas sudah semestinya, agama diletakkan dalam dada setiap para insan yang memegang tampuk kekuasaan, agar dapat mencapai kemaslahatan secara utuh ditengah-tengah kehidupan masyarakat. Dan semoga Allah SWT memberi sebuah jalan terbaik buat kita semua, Amiin.........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
...

Friday, 1 June 2012

Indonesia Dalam Tiga Wajah ke-Islaman



Indonesia telah dijadikan alat pertarungan berbagai aliran masuk dengan segenap teori maupun sebuah praktisi, tentu dengan tujuan memasukkan sebuah gagasan ke-Islaman dengan berbagai sumber dalam menelaah tentang realita kehidupan.

Masyarakat Islam Indonesia dengan segenap multi real kehidupan telah dijadikan sebuah kajian tentang ke-Islaman. Sehingga kajian tersebut, ternyata telah mempengaruhi corak pandang masyarakat Islam dalam membangun berbagai aktivitas tentang dunia ke-Islaman.

Keberadaan Islam di negara Indonesia telah dipengaruhi tiga wajah bangsa dalam meletakkan pondasi budaya maupun dalam segala tingkah laku dan pola pikir. Sebab bangsa Indonesia merupakan sebuah bangsa dengan penduduk terbesar yang beragama Islam. Sehingga wajar ke-Islaman dalam bentuk berbagai wajah tumbuh subur di negeri Indonesia.

Ketiga wajah ke-Islaman di Indonesia tertuang dalam gagasan dan tata cara dalam menelaah tentang ajaran Islam. Sehingga sumber ke-Islaman di Indonesia begitu kompleks dalam berbagai kajian tentang kondisi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat secara universal.

Indonesia dalam tiga wajah ke-Islaman dapat di lihat dibawah ini:

Pertama: Islam liberal merupakan ke-Islaman dengan wajah bangsa Barat dalam menggagas ke-Islaman dan cenderung mengandalkan konteks dalam menganalisa sebuah peristiwa yang menyangkut agama Islam di banding aspek tekstual. Sehingga wajah Islam liberal cenderung mengarah para gagasan ke-Islaman ala barat dalam menganalisa tentang ajaran Islam.

Kedua: Islam Khilafah merupakan sebuah idiologi ke-Islaman yang menggagas tentang berbagai aspek kehidupan dengan sudut pandang tekstual. Sehingga model Islam Khilafah cenderung di pengaruhi bangsa Timur Tengah dalam menerjemahkan tentang kehidupan ke-Islaman.

Ketiga: Islam tradisional merupakan sebuah pengejawantahan antara teks dan konteks, agar kedua hal ini dapat terjadi sinergi yang saling berkaitan secara utuh. Karena Islam tradisonal merupakan wajah ke-Islaman dengan mengambil Nilai-nilai yang terdapat dalam kawasan Nusantara, untuk di gali dalam khazanah ke-Islaman yang lebih membumi dalam kehidupan secara kaffah.

Berangkat dari gambaran di atas tentang wajah ke-Islaman di Indonesia, ternyata di pengaruhi tiga wajah bangsa besar, yaitu: Bangsa Barat, Bangsa Timur Tengah dan Bangsa Pribumi atau kita kenal dengan istilah Bangsa Nusantara. Sehingga ketiga wajah ini terus menghiasi dalam corak pandang dalam membangun sebuah karakter dan kepribadian masyarakat Islam di Indonesia.

Semoga Allah menjadikan kami sebagai hamba yang selalu menjalankan perintah-NYA, dan menjauhi segala larangan-NYA, Amiin.............

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Tuesday, 29 May 2012

Islam Tradisional Sebagai Obat Ekstrimisme



Pergolakan ekstrimisme kiri dan ekstrimisme kanan semakin memanas, tidak hanya dalam pusaran ekonomi, tetapi sudah mewabah dalam pusaran sosial, budaya, agama dan masih banyak lagi. Sehingga ekstrimisme dalam kehidupan masyarakat sudah mewabah bah virus yang siap mematikan di setiap saat. Berangkat dari sinilah di perlukan sebuah obat penyakit ekstrimisme dengan cara mencari jalan tengah yang tepat dalam memberikan sebuah gambaran tentang masalah ekstrimisme buta.

Ekstrimisme tumbuh berkembang dalam ranah pola pikir maupun dalam bentuk sebuah tindakan. Sehingga ekstrimisme terkadang tidak disadari bagi orang yang terkena penyakit ini. Sebab ekstrimisme begitu halus masuk dalam ranah jiwa maupun raga seseorang. Inilah ekstrimisme bah virus menyerang setiap insan manusia dalam memberikan sebuah gambaran secara sepihak, tetapi tidak melihat dari berbagai sisi secara utuh.

Keberadaan ekstrimisme sudah menjadi momok dalam kehidupan masyarakat. Sebab setiap saat penyakit ini dapat tumbuh berkembang secara sadar maupun tidak sadar. Karena itu dibutuhkan sebuah obat mujarab, agar penyakit ekstrimisme dapat di hilangkan dalam kehidupan masyarakat secara luas.

Obat ekstrimisme tidak lain dan tidak bukan, yaitu: dengan menggali berbagai khazanah Nusantara, agar mendapatkan sebuah pencerahan tidak dengan cara semu belaka, seperti obat dari bangsa barat dengan gagasan liberalisme maupun dalam bentuk gagasan yang lain.

Liberalisme merupakan salah satu penyakit ekstrimisme kebebasan dalam menerjemahkan sebuah realita kehidupan. Sehingga menghasilkan sebuah kajian yang cenderung pada pola pikir yang tidak sesuai dengan kondisi masyarakat setempat. Sebab ketika liberalisme ala barat di paksakan masuk dalam budaya dan adat istiadat masyarakat pribumi, tentu akan menyebabkan sebuah penyakit yang sangat kronis. Karena kebebasan yang di bangun masyarakat barat dengan masyarakat Nusantara sangat berbeda dalam ranah kehidupan yang serba multi real.

Penyakit ekstrimisme dalam paham liberal merupakan contoh kecil dari destruktif gagasan barat. Sebab selain liberalisme masih terdapat paham lain, seperti: Positivisme, Darwinisme, Marxisme, Nihilisme, Kapitalisme dan berbagai Isme-isme yang lain.

Liberalisme menjadi sebuah gerakan ekstrim di karenakan kebebasan yang di bangun cenderung memberikan sebuah makna hanya sebatas kebebasan ala mereka, padahal kebebasan dalam kehidupan masyarakat nusantara lebih arif dan bijaksana. Sebab kebebasan yang di bangun masyarakat Nusantara lebih mengarah kepada kebebasan dengan berpegang pada tenggang rasa sebagai falsafah kehidupan.

Sedangkan kebebasan yang dibangun liberalisme cenderung mengarah pada pembiaran budaya asing masuk dengan bebas, walaupun tidak sesuai dengan karakter dan watak masyarakat Nusantara. Berangkat dari sinilah bangunan liberalisme dalam membangun sebuah kebebasan hanya sebatas pemahaman individu dan kelompoknya belaka, tetapi tidak menyentuh bangunan kebebasan dalam ranah kehidupan masyarakat Nusantara secara utuh.

Keberadaan liberalisme merupakan sebuah penyakit ekstrimisme dengan wajah kebebasan ala barat dalam menggagas beragam kehidupan, padahal gagasan liberalisme ala barat sangat tidak sesuai dengan bangunan kehidupan masyarakat Nusantara. Sehingga liberalisme yang masuk dalam ranah masyarakat cenderung pada pola pikir ekstrimisme dengan memaksakan kehendak sebuah gagasan dengan berkedok kebebasan ala mereka.

Islam tradisional merupakan sebuah bentuk gagasan dalam membendung berbagai gerakan pola pikir maupun tindakan budaya asing yang masuk, tetapi yang di bendung Islam tradisional tidak lepas dari sebuah gagasan yang tidak sesuai dengan paradigma pemikiran dan tingkah laku masyarakat di bumi Nusantara. Sehingga keberadaan Islam tradisional merupakan obat dalam membendung berbagai virus ekstrimisme dalam bentuk pola pikir maupun dalam bentuk sebuah tindakan.

Gagasan Islam tradisional dalam menyikapi virus ekstrimisme kanan maupun kiri dengan cara mengambil sikap. Bahwa menggali khazanah Nusantara sebagai tolak ukur dalam memberikan sebuah penilaian tentang gagasan dari bangsa asing yang telah menyebabkan sebuah ekstrimisme dalam kehidupan masyarakat secara luas.

Mengobati ekstrimisme dalam kehidupan masyarakat Nusantara, tentu di perlukan sebuah kajian dengan mengedepankan tepa selira dalam membangun pandangan masyarakat, agar terjadi sebuah sinergi antara teks dan konteks dalam Nilai-nilai ke-Islaman. Sehingga menghasilkan sebuah bangunan yang kokoh dan utuh antara kehidupan masyarakat dengan kepribadian dan karakter masyarakat dalam menjalankan sebuah bangunan ke-agamaan.

Liberalisme dalam membangun sebuah bentuk kebebasan dalam kehidupan masyarakat Nusantara cenderung sepihak. Sehingga menghasilkan sebuah ekstrimisme dalam cara pandang dan tindak-tanduk dalam kehidupan masyarakat.

Sedangkan Islam tradisional dalam membangun sebuah kebebasan lebih mengangkat harkat martabat masyarakat Nusantara dengan jalan menggali dari falsafah tepa selira sebagai bentuk kebebasan, bukan kebebasan dari bangsa barat di bawa kebumi Nusantara. Berangkat dari sinilah kebebasan yang di bangun Islam tradisional cenderung mengarah pada paradigma yang sehat dalam kehidupan masyarakat secara kaffah, dan dapat menjadi sebuah obat di berbagai bentuk ekstrimisme kiri maupun kanan. Semoga Allah memberikan anugerah nikmat kepada kami di dunia maupun dalam kehidupan yang akan datang, Amiin......

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Islam Tradisional Menggugat



Islam tradisional menggugat merupakan sebuah bentuk ketidak-sepahaman dengan para pemikir barat dalam menggagas tentang realita kehidupan. Sebab para pemikir barat cenderung sepihak dalam memberikan gambaran tentang Islam tradisional. Sehingga memunculkan sebuah gagasan dari Islam tradisional dalam menggugat paradigma para pemikir barat.

Pemikiran Islam tradisional dengan proses menggugat berusaha memberikan sebuah pemahaman secara berimbang, agar pemahaman dari para pemikir barat tidak diambil secara Mentah-mentah, tetapi dikaji ulang dan di filters tentang paradigma para pemikir barat dalam menggagas masalah kehidupan masyarakat Islam tradisional.

Keberadaan Islam tradisional sering di identikkan dengan berbagai macam pendapat miring dari para pemikir barat. Mulai dari yang paling sederhana sampai yang paling rumit di labelkan dalam Islam tradisional, tentu dengan tujuan menginginkan sebuah perubahan sesuai kehendak para pemikir barat.

Paradigma para pemikir barat tak jarang memberikan sebuah stigma negatif terhadap masyarakat Islam tradisional dengan istilah masyarakat tertutup tanpa melihat kemajuan zaman, dan masih banyak lagi yang dialamatkan miring terhadap masyarakat Islam tradisional, padahal segala bentuk dalam kehidupan masyarakat mempunyai kebebasan dan ketertutupan Masing-masing, begitu juga dalam kehidupan bangsa barat. Berangkat dari sinilah dapat dikerucut, bahwa pembeda antara bangsa barat dengan masyarakat Islam tradisional tentang ketertutupan dan kebebasan disebabkan dalam bentuk karakter dan kepribadian dalam diri Masing-masing.

Eksistensi Islam tradisional merupakan sebuah bentuk bangunan kepribadian dan watak masyarakat nusantara dengan istilah sederhana dan bersahaja dalam menatap sebuah kehidupan. Sehingga wajar paradigma bangsa barat dengan masyarakat tadisional berbeda dalam menyikapi sebuah realita. Sebab corak pandang dalam kehidupan para pemikir barat dengan masyarakat tradisional juga mengalami sebuah perbedaan yang begitu kompleks.

Sebuah slogan Islam tradisional menggugat merupakan sebuah bentuk perlawanan terhadap para pemikir barat dalam menggambarkan tentang kehidupan masyarakat secara luas. Sebab para pemikir barat sering terjebak dengan cara pembenaran diri tanpa melihat realita secara dalam. Inilah sebuah realita tentang berbagai pandangan para pemikir barat dalam memberikan sebuah makna tentang Islam tradisional.

Para pemikir barat tak jarang memberikan sebuah istilah tentang Islam tradisional dengan sebutan sebuah bangunan konsevatif yang tertutup, padahal ketertutupan yang di berikan para pemikir barat, tentu mempunyai sebuah tujuan, agar masyarakat tradisional membuka diri sesuai dengan kehendak para pemikir barat, padahal bangsa barat sendiri juga tidak mau membuka diri terhadap kepentingan masyarakat tradisional.

Bangsa barat sejak dahulu kala sering melakukan segala tipu daya dalam memberikan sebuah gambaran terhadap realita kehidupan masyarakat tradisional. Bahkan bangsa barat Berabad-abad telah menjajah bangsa nusantara, tentu semua tak lepas dari corak pandang paradigma barat dalam memberikan gambaran tentang sosial, budaya, politik, pendidikan dan masih banyak lagi gambaran para pemikir barat dalam menggagas masyarakat tradisional secara parsial.

Gagasan para pemikir barat tentang masyarakat Islam tradisional tak lepas dari cara menghakimi sepihak dalam memberikan sebuah argumen. Sehingga masyarakat Islam tradisional selalu dicirikan dengan stagnasi sebuah peradaban, padahal masyarakat Islam tradisional mempunyai peradaban dan kemajuan dalam dirinya sendiri, walau berbeda dengan peradaban dan kemajuan bangsa barat.

Masyarakat Islam tradisional merupakan sebuah kepribadian dalam mensinergikan antara teks dan konteks dalam menggali berbagai khazanah Nusantara maupun khazanah ke-Islaman, tentu berusaha membangun sebuah paradigma yang cerdas dalam menempatkan sebuah ajaran agama dengan realita kehidupan.

Keberadaan adat istiadat dengan bentuk kearifan lokal selalu menjadi incaran para pemikir barat, agar masyarakat Islam tradisional membuka diri sesuai dengan kepentingan mereka. Sehingga dengan berbagai wacana para pemikir barat berusaha menggagas masalah tersebut.

Sebenarnya, Kalau menuju perubahan masyarakat dalam ranah positif, tentu masih dapat di terima, tetapi dalam multi real kehidupan sejak dahulu kala sampai sekarang, ternyata bangsa barat tak jarang malah melakukan tindak eksploitasi kekayaan sumber daya alam Nusantara secara berlebihan. Berangkat dari sinilah keterbukaan dan kebebasan yang di gagas bangsa barat tak lepas berpangkal pada kepentingan bangsa barat secara sepihak.

Lebih ironis lagi, para pemikir barat melakukan sebuah kajian tentang keagamaan dengan paradigma liberal dalam kajian agama Islam. Sehingga dalam tafsir agama Islam disesuaikan dengan paradigma barat tentang ke-Islaman, tetapi fakta dilapangan tidak mensinergikan antara teks dan konteks secara utuh. Sebab bangsa barat dalam menggagas ke-Islaman lebih cenderung dengan istilah kebebasan ala bangsa barat sendiri dan menegasikan kepribadian dan karakter masyarakat Islam tradisional.

Islam tradisional menggugat terhadap tindakan bangsa barat dalam melakukan berbagai manuver politis dengan cara menghakimi sepihak terhadap masyarakat Islam tradisional, begitu juga menggugat bangsa barat dalam melakukan sebuah bentuk ekspansi secara berlebihan di berbagai aspek kehidupan. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan berkah kepada para pemikir Islam tradisional, Amiin.....

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com).........

Islam Tradisional


Eksistensi Islam tradisional sudah mulai menjadi kajian para pemikir di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Bahkan saat ini Islam tradisional sudah mulai menjadi pembicaraan para akademisi dalam menggali tentang khazanah ke-Islaman dengan budaya masyarakat setempat. Sebab Islam dengan budaya merupakan sebuah bangunan yang saling berkesinambungan secara utuh, tanpa terpisah sama sekali dalam kehidupan masyarakat Islam.

Sejak zaman dahulu kala Islam tradisional sering di petakan oleh para ahli dari barat. Bahwa Islam tradisional merupakan sebuah bentuk bangunan konservatif yang tertutup, padahal Islam tradisional bukan masalah tertutup atau terbuka dalam menerjemahkan kehidupan yang serba multi real, tetapi paradigma Islam tradisional cenderung mengarah pada memfilters sebuah budaya asing yang ingin masuk dalam ranah multi real kehidupan masyarakat secara universal.

Paradigma berpikir Islam tradisional dalam membangun tentang dunia ke-Islaman, agar tidak terjadi kebebasan yang dilandasi bukan semangat dari kepribadian masyarakat pribumi. Maka Islam tradisional lebih mengedepankan tentang kebijakan tepa selira dalam membangun falsafah keberagaman ditengah-tengah kehidupan masyarakat secara luas.

Islam tradisional dianggap para pemikir barat sebagai corak pemikiran yang cenderung tertutup dalam pola berpikir, padahal barat sendiri tertutup di saat mendapatkan penjelasan dari paradigma Islam tradisional.

Gagasan para pemikir barat lebih berpikir cenderung menghakimi masyarakat tradisional, dan para pemikir barat menganggap paradigma mereka merupakan sebuah pencerahan, padahal budaya dan kepribadian bangsa barat berbeda jauh dengan masyarakat tradisonal.

Masalah ketertutupan masyarakat tradisional sering disalah artikan oleh para pemikir barat, tentu dengan tujuan membuat sebuah argumen tentang Islam tradisional, agar di pandang sebelah mata oleh para pelajar didalam negeri maupun luar negeri. Sehingga menghasilkan sebuah stigma, bahwa Islam tradisional merupakan ajaran yang lebih mengedepankan kepada ketertutupan secara sempit dalam memberikan kajian tentang ke-Islaman, padahal semua itu tidaklah benar atas tuduhan dari bangsa barat.

Lebih jauh lagi, bangsa barat selalu berusaha membuka masyarakat tradisional dengan cara keterbukaan yang sesuai dengan adat istiadat dalam diri mereka, padahal kalau dilihat secara jernih tentang Islam tradisional. Bahwa keterbukaan dan kebebasan dalam Islam tradisional, tentu sesuai dengan corak pandang masyarakat tradisional sendiri, begitu pula keterbukaan dan kebebasan bangsa barat, tentu tidak lerlepas dari kepribadian bangsa barat sendiri dalam menerjemahkan tentang makna tersebut.

Keberadaan Islam tradisional merupakan sebuah pengejawantahan antara teks dan konteks, agar kedua hal ini dapat terjadi sebuah sinergi yang saling berkaitan secara utuh. Karena Islam tradisonal merupakan wajah ke-Islaman dengan mengambil Nilai-nilai yang terdapat dalam kawasan Nusantara, untuk di gali dalam khazanah ke-Islaman yang lebih membumi dalam kehidupan secara kaffah. Sehingga Islam tradisional mampu memberikan sebuah pemahaman tentang ke-Islaman secara kaffah dalam kehidupan masyarakat secara luas.

Islam tadisional merupakan sebuah gagasan dalam membangun masyarakat pribumi, agar mampu memberikan sebuah pemahaman tentang ke-Islaman antara teks dan konteks, agar dapat sejalan dan beriringan dalam menerjemahkan tentang kehidupan.

Ketika berbicara Islam tradisional dalam corak pandang para pemikir barat, sering menghasilkan sebuah penilaian tentang Islam tradisional secara konservatif ala barat, padahal Islam tradisional merupakan sebuah kearifan lokal dalam mengkaji tentang ke-Islaman.

Gagasan cerdas Islam tradisional merupakan sebuah pengejawantahan tentang nilai luhur masyarakat, agar dapat menyatu secara utuh dalam ajaran dan Nilai-nilai tentang ke-Islaman, supaya menghasilkan sebuah bangunan yang kokoh dalam membangun khazanah Islam di kawasan Nusantara. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan berkah kepada kami, Amiin......

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........