Tuesday, 16 October 2012

Islam Tradisional dan Tehnologi






Tehnologi mulai berkembang pesat dari pelosok desa sampai pusat-pusat kota, apalagi tehnologi sudah semakin canggih dari hari-kehari. Sehingga tehnologi secara langsung sebagai pemicu kemajuan peradaban manusia yang terus mengalami perkembangan yang sungguh menakjubkan.

Kemajuan tehnologi merupakan sebuah realita yang penuh tantangan, untuk terus dikaji dalam membangun sebuah peradaban manusia yang lebih baik dari sebelumnya, agar manusia berikutnya lebih mudah dalam mengakses segala informasi maupun komunikasi.

Membangun tehnologi membutuhkan sumber daya manusia yang handal, baik dari segi paradigma pemikiran maupun dari segi realita empirik, agar keberhasilan membangun tehnologi dapat bermanfa'at secara luas ditengah-tengah realita masyarakat.

Zaman dahulu kala, sebelum ada tehnologi yang canggih, manusia saat bepergian cukup jalan kaki atau naik binatang ternak, seperti: Kuda, Kerbau, Unta, Gajah atau binatang ternak lain, tetapi ketika zaman sudah berganti dari zaman klasik menuju zaman tehnologi, manusia saat bepergian sudah berganti naik mobil, motor, pesawat, kereta, dan berbagai jenis transportasi lain.

Pergantian zaman merupakan sebuah langkah perubahan dari zaman batu sampai zaman revolusi tehnologi, tentu realita dari rentetan perjalanan zaman tak lepas dari paradigma pemikiran yang terus berkembang dari hari-kehari atau dari tahun-ketahun. Bahkan lebih jauh dari itu, bahwa tehnologi telah merubah yang jauh menjadi dekat, sedangkan yang dekat semakin lebih dekat. Karena alat komunikasi dan informasi semakin luar biasa keberadaannya.

Komunikasi dan Informasi pada zaman dahulu kala masih bersifat sederhana, baik melalui tatap muka langsung atau surat menyurat dalam memberikan sebuah informasi maupun komunikasi, tetapi sejak terdapat tehnologi yang super canggih, ternyata dalam memberikan sebuah informasi maupun komunikasi semakin cepat dalam hitungan persekian detik, baik melalui email, jejaring sosial, HP atau berbagai macam cara tehnologi lain, untuk memberikan sebuah informasi maupun komunikasi secara cepat ditengah-tengah realita kehidupan.

Keberadaan tehnologi merubah cara pandang masyarakat dalam mengeja langkah kehidupan, walau tehnologi belum secara maksimal memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi paling tidak kedepan tehnologi akan terus berkembang pesat ditengah-tengah kehidupan masyarakat yang semakin haus akan kekayaan informasi maupun komunikasi.

Sedangkan keberadaan Islam tradisional pada masa revolusi tehnologi, menempatkan diri sebagai subyek perubahan dalam membangun kemajuan informasi maupun komunikasi, agar masyarakat secara luas terus berkembang pesat dalam membangun jati diri sebagai bangsa dan negara yang beradab.

Islam tradisional pada masa revolusi tehnologi menekankan sebuah langkah terobosan ditengah hiruk-pikuk era keterbukaan, agar tetap pada jalur paradigma pemikiran. Bahwa Islam tradisional tetap mengacu pada kearifan lokal yang bersumber pada nilai-nilai ke-Islaman. Mengingat kearifan lokal dan nilai-nilai ke-Islaman sangat urgen membangun masyarakat yang lebih baik, dan cerdas dalam memahami beragam realita kehidupan.

Islam tradisional dan tehnologi merupakan sebuah ikatan yang kental dalam realita kehidupan, apalagi keduanya saling melengkapi antar satu sama lain, untuk menerjemahkan berbagai realita ditengah-tengah keberagaman masyarakat.

Keberadaan tehnologi dapat dijadikan sebagai alat Islam tradisional dalam menyebarkan sebuah gagasan, baik melalui media maupun melalui jejaring sosial dalam membangun masyarakat secara utuh dan kaffah.

Semoga Allah SWT selalu memberi hidayah kepada kami semua, Amiin...........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Saturday, 13 October 2012

Islam Tradisional Pada Masa Keterbukaan





Zaman terus berubah dari masa ketertutupan menuju masa keterbukaan. Karena zaman berjalan seiring tingkat pola pikir manusia dalam membangun sebuah peradaban. Mengingat manusia pada zaman dahulu  kala belum terlalu jauh mengenal tehnologi, tetapi pada zaman sekarang perubahan terus menggeliat dalam kehidupan, baik masalah informasi maupun komunikasi yang terus mengalami kemajuan pesat.

Kemajuan pesat melalui komunikasi maupun informasi terus terjadi, apalagi dipersekian detik terus terdapat pemberitaan secara global diseluruh belahan bumi. Karena zaman dari masa kegelapan informasi maupun komunikasi beralih menuju masa keterbukaan informasi maupun komunikasi. Karena revolusi besar telah terjadi pada perangkat komputerisasi maupun internetisasi. Sehingga menghasilkan informasi maupun komunikasi secara cepat dalam hitungan dipersekian detik.
Masa keterbukaan semakin tak dapat dibendung lagi dalam kehidupan masyarakat. Karena masyarakat semakin banyak menggunakan perangkat komputer dengan mengakses jaringan internet yang semakin cepat laju informasi maupun komunikasi ditengah-tengah kehidupan masyarakat secara luas.

Dengan adanya informasi maupun komunikasi dalam hitungan dipersekian detik sudah menyebar kepenjuru belahan bumi, mau tidak mau genderang masa keterbukaan tak dapat dielakkan lagi. Sehingga perubahan zaman dari masa ketertutupan berubah menjadi masa keterbukaan.

Zaman berubah dari masa ketertutupan menuju masa keterbukaan sudah tak dapat dibantah lagi, lalu muncul sebuah pertanyaan pada masa keterbukaan, bagaimana posisi Islam Tradisional dalam menempatkan sebuah masa yang berbeda? Islam tradisional merupakan sebuah pandangan dengan mengedepankan kearifan lokal yang bertumpu pada nilai-nilai ke-Islaman. Sehingga dengan perubahan masa, Islam tradisional tetap berpikir progress dalam menempatkan beragam realita, tetapi semua tetap pada akar budaya, watak dan kepribadian sebuah bangsa dan negara.

Islam tradisional pada masa keterbukaan merupakan sebuah masa yang penuh tantangan diera globalisasi. Sehingga dengan segala daya upaya Islam tradisional terus membangun paradigma pemikiran yang sesuai dengan kepribadian dan watak masyarakat diseluruh penjuru Nusantara.

Memang zaman sudah mengarah pada masa keterbukaan, dengan adanya sebuah revolusi komunikasi maupun informasi tak dapat dibantah lagi, apalagi disetiap persekian detik informasi maupun komunikasi muncul diberbagai jejaring sosial dan media massa, baik didalam negeri maupun diluar negeri.

Keberadaan Islam tradisional pada masa keterbukaan dapat dikatakan sebagai wajah ke-Islaman dalam membangun pola pikir masyarakat, agar mencapai sebuah paradigma pemikiran yang arif dan bijaksana, walau masa terus berganti dari zaman kezaman, tetapi pada substansinya Islam tradisional tetap sebagai wadah membangun kearifan lokal yang bertumpu pada nilai-nilai ke-Islaman.

Semoga Allah SWT selalu memberi perlindungan kepada kami dimanapun berada, Amiin.........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Membangun Pendidikan ala Islam Tradisional






Pendidikan merupakan pintu gerbang dalam membangun sumber daya manusia. Sehingga pendidikan sangat urgen bagi kemajuan sebuah bangsa dan negara. Mengingat pendidikan sebagai peletak dasar awal mula membangun sumber daya manusia, sebelum terjun langsung ditengah-tengah kehidupan masyarakat.


Membangun pendidikan yang berorientasi pada kearifan lokal merupakan sebuah keniscayaan yang tak dapat ditolak. Karena kearifan lokal salah satu watak dan kepribadian masyarakat setempat dalam mengeja langkah menuju kehidupan sejati.

Kearifan lokal modal awal dalam membangun para pelajar, agar kedepan para pelajar mengerti dan paham akan realita kehidupan. Sehingga para pelajar menemukan jati diri sebagai manusia seutuhnya, bukan hanya sebatas teoritis belaka, tetapi lebih mengena pada kehidupan secara nyata.

Kehidupan pendidikan di negeri Nusanatara, sudah semestinya membangun jiwa dan ruh dalam kehidupan para pelajar, agar para pelajar mendapatkan sebuah ilmu yang bermanfa'at dalam menatap masa depan, tetapi pendidikan yang terjadi saat ini, ternyata tak jarang ditemukan ilmu yang jauh dari kearifan lokal. Sehingga para pelajar berada dalam tekanan kubangan asing, apalagi para pelajar diwajibkan belajar berbagai idiologi luar yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan, tentu pendidikan model seperti ini, cenderung mengarah pada westernisasi.

Pendidikan di Nusantara sudah saatnya berorientasi pada nilai-nilai kearifan lokal yang bertumpu pada nilai-nilai ke-Islaman. Karena nilai-nilai kearifan lokal yang bertumpu pada nilai-nilai ke-Islaman merupakan sebuah realita tang tak dapat ditolak. agar dapat membangun watak dan kepribadian para pelajar yang sesuai dengan moral kebangsaan.

Ketika moral bangsa terjadi sebuah istilah rekonstruksi, berarti bangsa dan negara mengalami kehidupan yang sehat, tetapi disaat sebuah bangsa terjadi istilah destruktif moral, berarti sebuah bangsa dan negara mengalami regresi dibawah titik nadir yang membahayakan bagi kehidupan masyarakat secara luas.

Keberadaan kearifan lokal yang bertumpu pada niali-nilai ke-Islaman merupakan sebuah pandangan Islam tradisional dalam membangun sebuah pendidikan, agar pendidikan di negeri Nusantara dapat berkembang dan mengalami kemajuan sesuai kepribadian sebuah bangsa dan negara.

Kearifan lokal dan nilai-nilai ke-Islaman merupakan sebuah keniscayaan yang tak dapat dibantah dalam membangun pendidikan di negeri Nusantara, agar pendidikan semakin jaya dalam mengembangkan ilmu pengetahuan yang lebih bermanfa'at, apalagi kearifan lokal dan nilai-nilai ke-Islaman dapat di ibaratkan "jiwa dan raga" yang tak dapat dipisahkan.

Semoga Allah SWT memberi rahmat dan berkah kepada para pendidik di negeri Nusantara, Amiin..........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Friday, 12 October 2012

Menentukan Jenis Kelamin HAM ala Islam Tradisional






Jenis kelamin HAM yang ada di Indonesia masih bersifat abu-abu, padahal sudah semestinya HAM berpihak pada kearifan lokal, dan menjunjung tinggi falsafah tepa selira, bukan kebebasan dan keterbukaan yang berpangkal pada westernisasi.
 
HAM di Indonesia tak jarang menjadi alat westernisasi. Sehingga banyak kebijakan para pengiat HAM yang lebih membela rok mini, dari pada menegakkan nilai-nilai sopan santun ditengah-tengah kehidupan masyarakat.
 
Nah! kalau HAM di Indonesia sudah berbentuk westernisasi, berarti HAM di Indonesia telah menjadi propaganda para penggiat westernisasi dalam menegakkan nilai-nilai yang diusung dari bangsa barat. Mengingat nilai-nilai bangsa barat tak jarang bertentangan dengan nilai-nilai kearifan lokal.
 
Keberadaan HAM di Indonesia bagai buah simalakama, bagaimana tidak? HAM terlihat indah dibagian luarnya, tetapi sangat menusuk dibagian dalamnya, tentu ini merupakan sebuah fakta yang tak dapat dipungkiri atas nama HAM yang ada dinegeri Indonesia.
 
Berbagai gagasaan HAM memang terasa indah, apabila tidak bisa membedakan antara falsafah tepa selira dengan falsafah liberalisme ala barat. Karena HAM tak jarang berlindung atas nama liberalisme, padahal liberalisme yang dibangun dalam paradigma HAM bersifat westernisasi, tetapi bukan falsafah tentang sopan santun dalam kehidupan ditengah-tengah masyarakat.
 
Menentukan jenis kelamin HAM di Indonesia, sudah semestinya menggali dari falsafah nilai-nilai kearifan lokal, dan berpangkal pada nilai-nilai agama Islam, agar terjadi sebuah sinergi yang kuat dalam kehidupan masyarakat. Mengingat kearifan lokal merupakan kepribadian dan watak masyarakat, sedangkan nilai-nilai ke-Islaman merupakan ajaran agung dalam menentukan arah kebenaran dalam kehidupan didunia maupun diakhirat.
 
Islam tradisional merupakan sebuah gagasan dalam menggali kearifan lokal yang bertumpu pada nilai-nilai ke-Islaman. Sehingga Islam tradisional terus berupaya memberikan sebuah pandangan tentang berbagai fenomena klasik sampai fenomena kontemporer yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat secara luas.
 
Semoga Allah SWT selalu memberi pencerahan kepada para pembaca tulisan singat ini, Amiin.......

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Tuesday, 9 October 2012

Islam Tradisional Pada Masa Reformasi






Masa reformasi menjadi tonggak perjalanan sebuah bangsa besar dalam membangun kekuatan yang bertumpu pada demokrasi, tetapi dalam perjalanan reformasi menghadapi beragam kendala yang membelit kehidupan sebuah bangsa dan negara. Mengingat reformasi sebuah masa dengan slogan kebebasan dan keterbukaan.

Kebebasan dan keterbukaan pada masa reformasi menghasilkan beragam corak pandang masyarakat dalam mengungkap sebuah realita kehidupan. Namun dengan masa kebebasan dan keterbukaan banyak paradigma yang menyimpang dari nilai-nilai kearifan lokal. Sehingga dengan realita putaran arus kehidupan berbangsa dan bernegara mengalami berbagai kendala yang sangat mengkhawatirkan.

Perang idiologi pada masa reformasi, begitu menggeliat dalam kehidupan masyarakat, baik idiologi liberalisme, sekulerisme, marxisme, nihilisme, positivisme, khilafahisme dan masih banyak lagi bangunan idiologi yang hadir pada arus reformasi.

Kehadiran reformasi merupakan sebuah puncak pertarungan beragam idiologi ditengah-tengah masyarakat, baik idiologi yang mengusung minoritas maupun mayoritas. Sehingga kekacauan dalam pola pikir terjadi pada masa reformasi, apalagi reformasi mengandung sebuah nilai-nilai kebebasan dan keterbukaan, tentu membuat banyak pihak memanfaatkan momentum reformasi dengan segudang pemikirannya.

Liberalisme dengan berbaju westernisasi tak ketinggalan meramaikan pertarungan idiologi. Bahkan tak jarang liberalisme masuk dalam kajian ke-Islaman, tentu diharapkan mampu mencapai sebuah pemikiran yang sesuai dengan bangsa barat. Mengingat paradigma liberalisme sangat menyimpang dari tatanan masyarakat pribumi sebagai bangsa yang berpegang teguh pada falsafah tepa selira.

Membangun gagasan pada masa reformasi merupakan sebuah realita yang nampak mencerahkan, tetapi ternyata tak jarang bangunan reformasi bersifat abal-abal. Mengingat kebenaran pada masa reformasi sulit dibedakan antara hitam dan putih, semua terasa sulit saat memilah antara sesat dan benar menjadi abu-abu kebenaran.

Masa reformasi tak jarang geliat kebebasan dan keterbukaan disalah-gunakan. Sehingga menghasilkan kebebasan dan keterbukaan yang menyimpang dari kearifan lokal, tentu peristiwa reformasi yang disalah-gunakan harus diluruskan sesuai dengan kearifan lokal ditengah-tengah kehidupan masyarakat.

Islam tradisional pada masa reformasi sebagai garda depan dalam membangun sebuah gagasan dengan mengangkat kearifan lokal yang berpangkal pada nilai-nilai ke-Islaman, agar terjadi sebuah sinergi yang saling melengkapi antara masyarakat pribumi dengan iklim sosial, budaya, politik, ekonomi, pendidikan dan lain sebagainya.

Pendidikan salah satu pintu gerbang terbesar pada masa reformasi dalam mengubah sendi-sendi kehidupan. Sehingga banyak sekali paradigma pemikiran dari bangsa asing yang hadir dalam dunia pendidikan. Mengingat pendidikan salah satu tempat yang tepat dalam membentuk karakter masyarakat yang sesuai dengan kepentingan para politisi.

Pada masa reformasi sudah semestinya dimulai dengan membangun paradigma pemikiran yang berakar pada kearifan lokal. Karena kearifan lokal merupakan jati diri sebuah bangsa, apabila jati diri sebuah bangsa tidak mendapatkan tempat yang semestinya, tentu sangat mengkhawatirkan akan terjadi polemik sosial yang sangat membahayakan bagi sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Memberdayakan kearifan lokal, tentu disertai nilai-nilai ke-Islaman, agar terjadi sebuah realita yang saling bersinergi satu sama lain. Karena kearifan lokal dan nilai-nilai ke-Islaman merupakan sebuah perpaduan antara ruh dan raga.

Keberadaan kearifan lokal ditengah-tengah kehidupan masyarakat luas, sudah semestinya pada masa reformasi menjadi acuan dalam membangun sebuah bangsa dan negara. Karena kalau sebuah bangsa dan negara hanya bertumpu pada kebebasan dan keterbukaan, tentu akan terjadi sebuah penyimpangan dalam kehidupan. Mengingat kebebasan dan keterbukaan belum mempunyai jenis kelamin yang jelas.

Kebebasan dan keterbukaan sudah seharusnya tidak berjenis kelamin ganda, tetapi berjenis kelamin pada akar kehidupan masyarakat lokal, agar terjadi sebuah sinergi yang kuat antara masyarakat dengan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kebebasan dan keterbukaan pada masa reformasi tak jarang dimanfa'atkan segelintir kelompok dengan mengatasnamakan HAM, tetapi pada substansinya segelintir kelompok tersebut, ingin memasukkan paradigma pemikiran yang bersandarkan pada gerakan westernisasi.

Lalu muncul pertanyaan dari lubuk hati yang paling dalam, kebebasan dan keterbukaan seperti apa yang tepat pada masa reformasi? Jawabannya sederhana, tentu tidak lain dan tidak bukan, kebebasan dan keterbukaan yang sesuai dengan falsafah kearifan lokal dengan bersandar pada nilai-nilai ke-Islaman. Sehingga dapat menghasilkan kebebasan dan keterbukaan yang sehat ditengah-tengah kehidupan masyarakat secara universal.

Semoga Allah SWT selalu memberi rahmat dan berkah kepada para pembaca tulisan singkat ini, Amiin........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Friday, 5 October 2012

Islam Tradisional Pada Masa Kemerdekaan






Masa kemerdekaan merupakan masa kebahagiaan seluruh anak bangsa, Bagaimana tidak? Karena masa kemerdekaan merupakan sebuah masa puncak perjuangan dalam merebut sebuah kemerdekaan dari penjajahan bangsa asing. Sehingga masa kemerdekaan menjadi sebuah masa kebanggaan anak bangsa dalam mengembalikan harkat dan martabat sebuah bangsa yang besar dinegeri Nusantara.

Sekitar tiga setengah abad masyarakat Nusantara dalam kubangan penjajahan bangsa asing, membuat Islam tradisional sebagai anak bangsa melakukan berbagai kegiatan dalam menolak segala bentuk imperialisme dan kolonialisme, apalagi bentuk imperialisme dan kolonialisme terus berubah wajah, tetapi pada substansinya para penggerak kolonialisme dan imperialisme ingin menguasai kekayaan bangsa dinegeri Nusantara.

Pada masa kemerdekaan sebuah bangsa membutuhkan semangat dukungan dari segenap anak bangsa, untuk mempertahankan kemerdekaan sebuah bangsa yang dihuni ratusan juta manusia. Maka perlu sebuah terobosan dengan terus berusaha membangun disegala aspek kehidupan masyarakat, baik dari segi pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, militer dan masih banyak lagi yang harus dibangun sebuah bangsa yang merdeka.

Islam tradisional sebuah garda depan dalam membangun sebuah bangsa yang kuat, tentu perlu dibangun sebuah pendidikan yang mampu mecerdaskan anak bangsa. Sehingga pada masa kemerdekaan Islam tradisional menitik-beratkan dengan membangun sebuah pendidikan, mulai dari yang paling sederhana ditingkat kampung kekampung sampai keseluruh penjuru Nusantara.

Membangun pendidikan pada masa kemerdekaan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak. Mengingat membangun sebuah bangsa yang kuat, diperlukan sebuah bangunan sumber daya manusia yang handal, agar mampu mengelola sebuah bangsa yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, dan antar golongan.

Kekayaan bangsa Nusantara yang begitu melimpah dari berbagai belahan penjuru desa maupun kota, menunjukkan kalau bangsa Nusantara memerlukan sebuah dorongan dalam melakukan sebuah gebrakan keberhasilan, agar mencapai kesuksessan dalam membangun sebuah bangsa dan negara.

Masa kemerdekaan menjadi masa yang berat dalam melakukan sebuah rekonstruksi total disegala aspek kehidupan, apalagi pada masa kemerdekaan terdapat masyarakat yang masih banyak mengalami buta huruf. Sehingga dibutuhkan sebuah paradigma pemikiran, agar masyarakat Nusantara tercipta sebuah masyarakat yang bebas dari buta huruf. Maka perlu sebuah bangunan pendidikan yang tidak hanya bertumpu pada pendidikan formal belaka, tetapi segala aspek mengenai pendidikan harus dibangun, baik secara formal maupun non formal.

Keberadaan Islam tradisional pada masa kemerdekaan, terus berupaya menanamkan kesadaran. Bahwa bangsa Nusantara harus mampu berdiri dikaki sendiri dalam melakukan berbagai aspek dalam kehidupan. Sehingga Islam tradisional terus melakukan berbagai upaya membangun sebuah bangsa yang besar dan disegani diseluruh belahan bumi.

Membangun sebuah bangsa pada masa kemerdekaan, ternyata tidak semudah yang menjadi prediksi dari sebagian para pemikir. Mengingat masa kemerdekaan masih ada sebagian kelompok bangsa asing yang ingin menguasai bangsa Nusantara, melalui serangkaian gebrakan yang terlihat nampak indah, tetapi dibalik itu terdapat tipu daya yang menyesatkan.

Bangsa asing masih banyak yang ingin menguasai bangsa Nusantara dengan berlindung dibalik HAM, padahal dibalik semua itu, terdapat sebuah gerakan yang ingin melakukan sebuah pemikiran tentang westernisasi, untuk dimasukkan dalam sendi-sendi kehidupan sebuah bangsa yang merdeka.

Wajah baru penjajahan pada masa kemerdekaan, berubah baju dengan istilah liberalisme, sekulerisme, marxisme, nihilisme, positivisme dan masih banyak lagi pemikiran bangsa barat yang berupaya mengelabui anak bangsa.

Peristiwa penjajahan pada masa kemerdekaan menitikberatkan pada aspek ekonomi, sosial, budaya, politik dan berbagai aspek lain, agar gerakan idiologi bangsa barat dapat diterima segenap anak bangsa.

Peran penting Islam tradisional selain membangun moral anak bangsa, tentu melawan segala bentuk idiologi luar yang berwajah manis, tetapi dibalik manisnya wajah tersimpan duri yang siap menusuk sendi-sendi kehidupan masyarakat secara universal.

Pendidikan sebagai salah satu pintu gerbang dalam melakukan berbagai aksi memasukkan berbagai gagasan idiologi dari luar, agar mampu mewujudkan masyarakat yang sesuai dengan keinginan dan harapan bangsa barat dalam melakukan imperialisme maupun kolonialisme disegala aspek kehidupan.

Ekspansi bangsa barat melalui dunia pendidikan, begitu terasa efek yang begitu kuat. Mengingat banyak lulusan dari bangsa barat, telah menjadi duta barat dalam mengkampanyekan pemikiran ala barat, padahal pemikiran bangsa barat sebagian besar jauh dari budaya dan kebiasaan masyarakat secara luas.

Tantangan Islam tradisional pada masa kemerdekaan, begitu berat dalam melakukan kajian tentang realita diberbagai aspek kehidupan. Sehingga dibutuhkan sebuah kesadaran dari masyarakat pribumi, untuk dapat membedakan antara nilai-nilai kemanusiaan dengan nilai-nilai westernisasi, Karena bangsa barat tak jarang melakukan berbagai aksi dengan bersembunyi dibalik atas nama kemanusiaan, padahal fakta dilapangan mereka cenderung pada posisi gerakan westernisasi.

Pendidikan adalah pintu gerbang bangsa barat dalam melakukan berbagai aksi menyebarkan paradigma pemikiran. Sehingga perlu mawas diri, agar mampu mencapai sebuah bangsa yang cerdas dalam membedakan segala idiologi yang masuk melalui jalur pendidikan.

Mengangkat kearifan lokal dengan Nilai-nilai ke-Islaman merupakan sebuah jalan yang tepat, untuk membangun sebuah bangsa yang besar pada masa kemerdekaan saat ini, agar dapat mencapai sebuah bangsa yang bermartabat dan jauh dari segala bentuk imperialisme maupun kolonialisme dari bangsa asing.

Masa kemerdekaan dimulai pada tahun 1945, hingga sampai saat ini. Sehingga pada masa kemerdekaan yang penuh dengan geliat tantangan zaman yang semakin terbuka, tentu dibutuhkan spirit mental dari dalam jiwa maupun raga, agar keberhasilan mencapai kebenaran sejati dapat terwujud dengan indah.

Islam tradisional pada masa kemerdekaan terus berupaya melakukan berbagai gerakan positif dalam mengawal panji-panji kebenaran, agar tidak keluar dari jalur membangun masyarakat yang sejahtera, tercipta pemerintahan yang bersih, menjunjung tinggi kearifan lokal, dan tentu semua itu bersumber pada nilai-nilai ke-Islaman sebagai agama kebenaran.

Semoga Allah SWT selalu menolong umat muslim dalam melakukan berbagai kegiatan positif, agar tercipta sebuah bangsa yang besar dan bermartabat, Amiin......

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........

Kekuatan Iman






Kekuatan iman memiliki kedahsyatan yang menakjubkan dalam diri manusia. Mengingat Iman begitu agung bagi mereka yang mempunyai naluri keimanan. Sehingga ketika manusia mempunyai rasa iman yang tinggi, berarti mereka telah lahir sebagai insan dalam anugerah kemuliaan.

Manusia mempunyai berbagai sumber kekuatan, baik kekuatan rasional maupun dalam bentuk kekuatan lain, tetapi fakta dilapangan kekuatan iman mempunyai kesanggupan yang lebih besar dalam melakukan berbagai cara mengatasi konfliks. Karena iman sebagai tolak ukur kekuatan dari segala kekuatan yang bersemayam dalam diri manusia.

Keberadaan iman dalam kehidupan manusia merupakan sebuah hidayah agung dari sang maha khalik. Sehingga iman sangat urgen bagi kehidupan manusia dalam memperoleh kebenaran sejati

Kekuatan iman merupakan kumpulan dari kekuatan lahir maupun batin. Sehingga kekuatan iman sangat memukau dalam diri manusia, apabila dalam perjalanan nafas manusia selalu terjaga hati dan pikiran melalui kekuatan iman.
Manusia ketika mendapatkan kekuatan iman akan merasakan ketenangan jiwa maupun pikiran, tidak gampang galau dalam menghadapi segala konfliks sosial maupun dalam bentuk segala konfliks. karena iman sudah bersemayam pada diri manusia dalam keadaan yang sungguh menakjubkan.

Keimanan dalam diri manusia mempunyai corak pandang, pada setiap langkah tingkah laku yang mencerminkan Nilai-nilai kebaikan, saat menjalankan berbagai aktivitas hidup manusia, untuk menuju perjalanan dalam naungan sejati.

Semoga Allah SWT selalu memberi keteguhan iman kepada kita semua, Amiin........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........