Friday, 11 May 2012

Islam Membendung Informasi Barat




Informasi dalam kehidupan manusia bah perang melanda dalam menerjemahkan di setiap berbagai kejadian dalam realita masyarakat. Bahkan tak Segan-segan ada istilah siapa yang menguasai informasi, berarti dia telah menguasai dunia. Inilah pokok penting dari istilah informasi yang punya peran urgen dalam mengubah cara pandang masyarakat di alam semesta.

Masyarakat Islam dalam kehidupan informasi sering di benturkan dengan beragam istilah miring dengan label penuh makna negatif, bahwa masyarakat Islam merupakan kumpulan teroris, konservatif, fundamentalis dan masih banyak lagi stigma negatif yang di alamatkan masyarakat Islam, tetapi uniknya ada yang mengamini stigma negatif yang diberikan bangsa barat terhadap masyarakat Islam tersebut.

Hasil stigma negatif yang di gagas bangsa barat, untuk di alamatkan terhadap masyarakat Islam, ternyata ada sebagian umat Islam sendiri yang mengamini tentang stigma tersebut. Sehingga masyarakat Islam terjadi sebuah perpecahan dan membawa dampak saling curiga satu sama lain, di sebabkan berita menyesatkan yang di hembuskan bangsa barat terhadap masyarakat Islam.

Muncul sebuah stigma negatif dari bangsa barat yang di alamatkan masyarakat Islam, tak lepas dari kondisi istilah perang informasi antara Islam Vs barat dalam memberikan sebuah gambaran tentang mencari celah bangsa barat dalam menjatuhkan masyarakat Islam. Bahkan banyak masyarakat dunia percaya dengan stigma negatif dari bangsa barat terhadap masyarakat Islam. Sehingga mereka semakin membenci keberadaan masyarakat Islam. Bahkan lebih ironis lagi banyak masyarakat Islam sendiri yang terjebak berita miring dari bangsa barat yang di alamatkan terhadap masyarakat Islam.

Perang Informasi bangsa barat dengan masyarakat Islam semakin terlihat nyata, maka sebagai masyarakat Islam sudah sepatutnya menjawab tantangan bangsa barat dalam memberikan sebuah jawaban, bahwa tuduhan bangsa barat tidaklah benar. Karena bangsa barat hanya mengambil satu sisi, tanpa melihat sisi yang lain. Sehingga pemberitaan bangsa barat tidak menyentuh secara universal masyarakat Islam. Berangkat dari situlah sudah dapat di tebak, bahwa kesimpulan bangsa barat terhadap masyarakat Islam hanya mengambil sisi negatif belaka, tanpa melihat secara universal masyarakat Islam.

Pengambilan berita dari bangsa barat terhadap masyarakat Islam hanya sebagian kecil. lalu menyimpulkan dan memberikan stigma negatif terhadap masyarakat Islam. Lalu apa tujuan bangsa barat mengambil kesimpulan negatif terhadap masyarakat Islam? tidak lain dan tidak bukan, bahwa inilah bagian dari skenario propaganda dalam memecah belah masyarakat Islam, Sehingga perlu ada sebuah gagasan penyeimbang terhadap informasi barat, agar masyarakat Islam tidak terhakimi secara terus menerus.

Melihat sebuah zaman terus bergulir bersama berbagai informasi yang penuh dengan unsur politis. Sehingga informasi yang ada sering di sertai Bumbu-bumbu penyedap dalam menjatuhkan golongan tertertu. Sehingga wajar masyarakat Islam sering menjadi obyek negatif bangsa barat dalam pemberitaan, tentu bangsa barat mempunyai sebuah tujuan dalam membangun sebuah argumen yang kokoh dan meyakinkan, bahwa informasi yang di bawa bangsa barat tentang berita miring yang di tujukan masyarakat Islam adalah sebuah kebenaran.

Melihat dan menganalisa tulisan di atas perlu ada sebuah penyeimbang terhadap informasi dari bangsa barat yang saat ini mendominasi alam pemberitaan. Sehingga masyarakat Islam sudah saatnya bangkit dan mengambil sebuah pena dan memberikan jawaban terhadap informasi barat yang menyesatkan. Semoga Allah selalu memberikan kekuatan tulis terhadap masyarakat Islam, Amiin........

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
........

Islam Vs Barat




Masyarakat Islam dengan bangsa barat sudah terlahir sejak dahulu kala sebagai wadah antara pro dan kontra dalam menyikapi beragam realita kehidupan. Sehingga Islam tak jarang berseberangan dengan pola pikir bangsa barat yang cenderung mencari kelemahan masyarakat Islam di segala aspek kehidupan. Bahkan bangsa barat dalam catatan sejarah sampai saat ini tak jarang menggunakan senjata dalam melawan masyarakat Islam.

Benturan Islam dengan bangsa barat sudah terjadi sejak masa silam. Bahkan cenderung pertarungan warisan yang sampai saat ini masih berlanjut. Sehingga wajar informasi bangsa barat sering menyudutkan masyarakat Islam dalam pemberitaan. Inilah fakta lapangan yang sudah semestinya masyarakat Islam terus waspada dalam menghadapi serangkaian tipu daya bangsa barat.

Pertarungan Islam dengan bangsa barat tidak hanya sebatas masalah pemberitaan. Namun telah mewabah menjadi suatu benturan budaya yang terkadang bertentangan dengan masyarakat Islam. Nah! dari sinilah perlu sebuah perhatian khusus dari kalangan masyarakat Islam, agar dalam mencerna budaya dan informasi dari bangsa sekuler barat perlu di cerna dengan seksama dan berhati jernih dalam menyikapi persoalan yang datang dari bangsa barat.

Islam Vs Barat merupakan sebuah pertarungan yang sampai saat ini terus berlanjut dalam memberikan sebuah argumen tentang makna nilai sosial, budaya, negara dan masih banyak lagi dalam menerjemahkan di setiap persoalan yang datang dan pergi di Tengah-tengah kehidupan masyarakat dunia.

Keberadaan Islam di anggap ancaman bagi bangsa barat, sebab sejarah regresi bangsa barat tak lepas dari kondisi masyarakat Islam pada waktu zaman Bani Umayyah, Abbasiyah dan zaman keemasan Islam lainnya telah mengalami kemajuan pesat. Sehingga bangsa barat sampai hari ini berusaha keras menutup kemajuan masyarakat Islam dengan cara halus maupun dengan segala cara dalam bertindak.

Serangan bangsa barat terhadap Islam di zaman masa kini begitu gencar dengan cara menghembuskan sebuah informasi dengan mendiskreditkan masyarakat Islam. Sehingga masyarakat Islam terus mengalami perpecahan sampai menimbulkan kekacauan dalam tubuh masyarakat Islam.

Berangkat dari tulisan di atas perlu ada sebuah kebijakan masyarakat Islam dalam memfilter segala budaya, berita, idiologi dan segala produk dari bangsa barat, agar masyarakat Islam tidak terjebak dalam dogma negatif bangsa barat.

Keberadaan Islam Vs Barat merupakan sebuah tantangan besar bagi masyarakat Islam, agar terus menerus belajar di segala aspek kehidupan. Sehingga kedepan masyarakat Islam mampu kembali menguasai tongkat estafet atas kemajuan para pemimpin Islam, seperti: Shalahuddin Al-Ayyubi dan tokoh besar Islam lainnya dalam memenangkan di setiap pertarungan melawan bangsa barat. Dan Allah maha pemberi kemenangan terhadap orang yang sabar dan berjuang di jalan-NYA.

Salam dari kami Jejaring sosial kiber (www.kitaberbagi.com)..........
........

Wednesday, 4 January 2012

Monday, 5 December 2011

Monday, 21 March 2011

Merusak Atau Di Rusak Dalam Tubuh Islam

Perpecahan umat Islam yang terjadi tidak lepas karena ada beberapa macam persoalan di dalam ajaran Islam yang di karenakan multi tafsir, sehingga memunculkan kelompok-kelompok yang begitu beragam dalam ajaran agama Islam. kalau kita melihat dari sejarah munculnya agama Islam, sebenarnya Islam berawal dari satu wadah, tetapi dalam perkembangan agama Islam di masa kenabian dan di teruskan para sahabat, tabi’in dan seterusnya sampai generasi sekarang telah menjadikan Islam satu dalam wadah, namun ternyata di dalam Islam begitu kompleks aliran dan keyakinan, sehingga tidak dapat terhindarkan memunculkan multi tafsir yang menjadikan perpecahan dalam tubuh Islam.

Menyikapi perpecahan yang ada dalam tubuh Islam, sebenarnya kita dapat lebih arif dan bijak, apabila kita memegang keberagaman dan menjunjung tinggi tenggang rasa dalam menyikapi suatu perbedaan.

Pertanyaan yang meluncur adalah, apakah saat ini perpecahan dalam tubuh Islam membawa rahmat? Kalau kita mengacu dari keberagaman, tentu perpecahan merupakan bagian dari nikmat yang yang harus terus kita syukuri sebagai bentuk bahwa sang maha pencipta luar biasa dalam menciptakan umat Islam yang begitu berbeda satu sama lain, namun di sisi lain perpecahan terkadang membawa kerusakan dalam kehidupan masyarakat, seperti terjadinya pengrusakan rumah dan tempat ibadah golongan umat Islam yang di anggap menyimpang, tetapi terkadang perpecahan juga membawa rahmat dalam bentuk keberagaman, namun tidak dapat di pungkiri disisi lain ternyata membawa kerusakan satu sama lain yang saling menyerang dan di serang dalam menyikapi suatu perbedaan.

Mengatasi perpecahan yang merusak, seharusnya kita belajar menghargai suatu perbedaan dan jangan sampai ada yang merasa di sudutkan atau menyudutkan, namun sebenarnya kurang tepat juga, apabila kita selalu menyalahkan sebuah pengrusakan, sebelum melihat dengan jernih akar permasalahan yang terjadi, sebab mereka merusak atau di rusak tak lepas dari kondisi sosial yang kacau.

Keadaan kondisi sosial yang kacau inilah yang mengakibatkan gesekan antar umat islam, walaupun namanya bentuk pengrusakan apapun itu termasuk tindakan kriminal, kecuali kalau dalam kondisi tertentu yang mengharuskan merusak atau di rusak.

Melihat perpecahan dalam tubuh Islam memang begitu beragam warna dan sikap satu sama lain, tetapi ternyata perpecahan juga membawa berkah, apabila kita dapat berpikir secara jernih dan jiwa sehat dalam menyampaikan suatu persoalan dan gagasan, namun kalau sebaliknya tentu perpecahan akan membawa yang lebih berbahaya yang di sebut dengan peperangan dalam tubuh Islam itu sendiri.

Sejarah sudah begitu banyak menulis tentang kematian sebagian umat Islam terbunuh di tangan umat Islam itu sendiri, sehingga ternyata perbedaan terkadang telah membawa bencana kemanusiaan, tetapi kita memang tercipta dalam bentuk sama-sama manusia, namun kita berbeda dalam menafsiri suatu permasalahan, sebab manusia mengalami perbedaan yang begitu kompleks, jangankan masalah tentang agama Islam yang begitu banyak penafsirannya, tetapi dalam diri sendiri saja kita telah terjadi perbedaan fungsi dan cara.

Realitas adanya perpecahan dalam tubuh Islam merupakan salah satu kebesaran sang maha pencipta dalam menunjukkan kemaha dahsyatannya, sehingga terkadang terjadi kondisi merusak atau di rusak dalam perbedaan, membunuh atau di bunuh itu sudah tergaris dan tergambar, itulah yang di sebut dengan warna dan perpecahan dalam multi tafsir umat Islam mengenai suatu perbedaan.

Saturday, 11 December 2010

JIT vs JIL

By: Khoirul Taqwim

JIT vs JIL reminiscent of the Dutch colonial era, between the indigenous people against the injustice that brought Western society (the Dutch East India Company), at that time the western society with the name of a traditional trade has been deceiving the public, ostensibly as a friend in buying and selling, but in fact they dredge the natural riches that exist in this country, JIL connection with western nations are very attached to the concept of liberal who comes from western nations and their allies, so do not be surprised if the JIL as a successor faces the tongue western society strongly opposed by the JIT that explores the indigenous communities themselves .

History proves, Dutch colonialism came to Indonesia with the aim of exploiting the natural wealth. Before they entered the territory of imperialism, they trade as if god savior, but it's just a misleading trick of indigenous people, not behind the Netherlands with the Dutch orientalist attempts to minimize the meaning and role of the opposing tradition in Indonesia's history.

Until now, the Indonesian state is the main target of western nations (the United States and its allies) in the movement "Economic Hit Man" (EHM), that is, economic Colonialism through the country as a systematic deception to cheat through the loan That debt exceeds the ability to pay, and other programs associated with westerns Colonialism programs. JIL and economic linkages are very Touching, Because it starts from the word of the Liberal Islam with western-style open discourse and no longer use indigenous thinking more Humane. JIL Movement is expected to break through the barriers of economic expansion west, starting with a weakened indigenous Cultures That Are Considered notes in accordance with Their interests, the word liberal is inserted to replace the Master tepa selira built traditional societies, this cultural forwarded on Colonialism through the economy, again the target of natural wealth into Western society.

All actions of indigenous people has always been the object of Their thinking That society traditionally views not feasible in Realizing its local wisdom, then the JIT anti-culture with Liberal thinking (Colonialism) That have been clearly contrary to the indigenous community in addressing the issues Various That exists in the midst of public life.

revival of traditional society among the Muslims is a form of a wise policy of the local community, to stem the Liberal movement which brought JIL, as it is considered incompatible with the idea of the Liberal identity of indigenous people, so that the Traditional Islamic Network provides an understanding that the liberal colonial exploitation of resources leading natural resources, even those starting from the claimed identity of religious, social, cultural and other fields who want to be absolutely controlled, so that colonialism can run smoothly in the land of natives at this time, in the sense of absoluteness that western nations in achieving desired goals dredging of natural wealth, by way of dismantling the tradition, even religion is regarded as a barrier to western imperialism, so consciously or unconsciously JIL has been created as a puppet of Western imperialism is full of trickery.

Global Challenges traditional Islamic network is not limited to the fate of Muslims alone, but on the whole humanity. This is because Islam has a mission of mercy to the whole of nature, which not only benefits oriented to a particular nation, let alone a particular elite. Therefore, strategies must be adopted JIT also does not have a global strategy based on the Personality '. But based on the personality of indigenous communities as a way of taking the perspective of community life, Tepa selira (tolerance) have been tested since the time of the ancient Mataram kingdom, Sriwijaya, majapahit as well as other indigenous kingdoms. Tepa selira personality is perfect for people of Indonesia and implemented in the lives of indigenous people.

Dilapidation of liberalism with the system of capitalism is evident, either in the form of environmental degradation, poverty in third world and the disorientation of life on their own communities, some of which reflected the increase in drug use and suicide rates. Ordinary people in the West was finally feeling something was not right and not fair on the system imposed upon them. They realize that the system benefits only a small handful of their elite, namely the capitalists (liberalism) and the politicians who realize the goal of capitalist legally.

The Western capitalist lobby of the intellectuals in developing countries that have large natural resources, whether Muslim or not, for their economic and political change political culture, so that the more efficiently with the global market, and for it to be "friendly" against the West. The pelobby This is a very high-income professionals who cheat countries around the world trillions of dollars, this scam started with a fresh breeze and create a network of liberal Islam as a savior as if ignorance, but their real goal is the twit who leads impoverishment.

Clear evidence of occupation in the name of freedom of style with a liberal free market (WTO, AFTA, APEC), these countries have opened the tap privatization exceptional, including by selling public assets to foreign private them, either with a reason to pay the debt, as well as to be compatible with international rules. In Indonesia, people are proud when holding PAM Jaya with Lyonase from France and the Thames from the British, as if with the public service company to go international. What then happens is that customers should pay a more expensive and almost no expansion of service coverage.

Other evidence is the sale SOEs (eg Indosat to Singapore Including, Sukarno Hatta Airport to Schiphol Netherlands) and national private (eg to Danone Aqua, Sampurna to Phillip Morris and others). Meanwhile, new investment, especially related to natural resources, energy and infrastructure, almost all of them always granted to foreigners. What about the oil wells in Cepu given to ExxonMobile, or in the Natuna gas field. All this followed the practice of unfair and ekploitatif already incurred tens of years with Freeport or Newmont. In Freeport, gold concentrates shipped directly to America, without a single customs officer at the port. The government is satisfied with the fact that PT FreeportIndonesia is the largest taxpayer. Approximately USD. 6 Trillion he has paid every year into government coffers. But how exactly they rake in from Indonesia nobody knows.

So the traditional Islamic network is the historical truth that has been proven as a means of uniting indigenous people in the community forum, to oppose the movement of the west who want to re-plug in our land occupation,, to the western imperialsme (dutch) do not let it happen to be two volumes of which echoed colonial America and its allies, because they not only eat the treasure, but millions of lives should be lost as a victim of the struggle to defend freedom.

From the description above all returned at ourselves, whether we will stand as an indigenous fighter or we will act as occupiers who bernaungan under the feet of the liberal nation that now faces JIL (Liberal Islam Network).