Monday, 5 December 2011

Monday, 21 March 2011

Merusak Atau Di Rusak Dalam Tubuh Islam

Perpecahan umat Islam yang terjadi tidak lepas karena ada beberapa macam persoalan di dalam ajaran Islam yang di karenakan multi tafsir, sehingga memunculkan kelompok-kelompok yang begitu beragam dalam ajaran agama Islam. kalau kita melihat dari sejarah munculnya agama Islam, sebenarnya Islam berawal dari satu wadah, tetapi dalam perkembangan agama Islam di masa kenabian dan di teruskan para sahabat, tabi’in dan seterusnya sampai generasi sekarang telah menjadikan Islam satu dalam wadah, namun ternyata di dalam Islam begitu kompleks aliran dan keyakinan, sehingga tidak dapat terhindarkan memunculkan multi tafsir yang menjadikan perpecahan dalam tubuh Islam.

Menyikapi perpecahan yang ada dalam tubuh Islam, sebenarnya kita dapat lebih arif dan bijak, apabila kita memegang keberagaman dan menjunjung tinggi tenggang rasa dalam menyikapi suatu perbedaan.

Pertanyaan yang meluncur adalah, apakah saat ini perpecahan dalam tubuh Islam membawa rahmat? Kalau kita mengacu dari keberagaman, tentu perpecahan merupakan bagian dari nikmat yang yang harus terus kita syukuri sebagai bentuk bahwa sang maha pencipta luar biasa dalam menciptakan umat Islam yang begitu berbeda satu sama lain, namun di sisi lain perpecahan terkadang membawa kerusakan dalam kehidupan masyarakat, seperti terjadinya pengrusakan rumah dan tempat ibadah golongan umat Islam yang di anggap menyimpang, tetapi terkadang perpecahan juga membawa rahmat dalam bentuk keberagaman, namun tidak dapat di pungkiri disisi lain ternyata membawa kerusakan satu sama lain yang saling menyerang dan di serang dalam menyikapi suatu perbedaan.

Mengatasi perpecahan yang merusak, seharusnya kita belajar menghargai suatu perbedaan dan jangan sampai ada yang merasa di sudutkan atau menyudutkan, namun sebenarnya kurang tepat juga, apabila kita selalu menyalahkan sebuah pengrusakan, sebelum melihat dengan jernih akar permasalahan yang terjadi, sebab mereka merusak atau di rusak tak lepas dari kondisi sosial yang kacau.

Keadaan kondisi sosial yang kacau inilah yang mengakibatkan gesekan antar umat islam, walaupun namanya bentuk pengrusakan apapun itu termasuk tindakan kriminal, kecuali kalau dalam kondisi tertentu yang mengharuskan merusak atau di rusak.

Melihat perpecahan dalam tubuh Islam memang begitu beragam warna dan sikap satu sama lain, tetapi ternyata perpecahan juga membawa berkah, apabila kita dapat berpikir secara jernih dan jiwa sehat dalam menyampaikan suatu persoalan dan gagasan, namun kalau sebaliknya tentu perpecahan akan membawa yang lebih berbahaya yang di sebut dengan peperangan dalam tubuh Islam itu sendiri.

Sejarah sudah begitu banyak menulis tentang kematian sebagian umat Islam terbunuh di tangan umat Islam itu sendiri, sehingga ternyata perbedaan terkadang telah membawa bencana kemanusiaan, tetapi kita memang tercipta dalam bentuk sama-sama manusia, namun kita berbeda dalam menafsiri suatu permasalahan, sebab manusia mengalami perbedaan yang begitu kompleks, jangankan masalah tentang agama Islam yang begitu banyak penafsirannya, tetapi dalam diri sendiri saja kita telah terjadi perbedaan fungsi dan cara.

Realitas adanya perpecahan dalam tubuh Islam merupakan salah satu kebesaran sang maha pencipta dalam menunjukkan kemaha dahsyatannya, sehingga terkadang terjadi kondisi merusak atau di rusak dalam perbedaan, membunuh atau di bunuh itu sudah tergaris dan tergambar, itulah yang di sebut dengan warna dan perpecahan dalam multi tafsir umat Islam mengenai suatu perbedaan.

Saturday, 11 December 2010

JIT vs JIL

By: Khoirul Taqwim

JIT vs JIL reminiscent of the Dutch colonial era, between the indigenous people against the injustice that brought Western society (the Dutch East India Company), at that time the western society with the name of a traditional trade has been deceiving the public, ostensibly as a friend in buying and selling, but in fact they dredge the natural riches that exist in this country, JIL connection with western nations are very attached to the concept of liberal who comes from western nations and their allies, so do not be surprised if the JIL as a successor faces the tongue western society strongly opposed by the JIT that explores the indigenous communities themselves .

History proves, Dutch colonialism came to Indonesia with the aim of exploiting the natural wealth. Before they entered the territory of imperialism, they trade as if god savior, but it's just a misleading trick of indigenous people, not behind the Netherlands with the Dutch orientalist attempts to minimize the meaning and role of the opposing tradition in Indonesia's history.

Until now, the Indonesian state is the main target of western nations (the United States and its allies) in the movement "Economic Hit Man" (EHM), that is, economic Colonialism through the country as a systematic deception to cheat through the loan That debt exceeds the ability to pay, and other programs associated with westerns Colonialism programs. JIL and economic linkages are very Touching, Because it starts from the word of the Liberal Islam with western-style open discourse and no longer use indigenous thinking more Humane. JIL Movement is expected to break through the barriers of economic expansion west, starting with a weakened indigenous Cultures That Are Considered notes in accordance with Their interests, the word liberal is inserted to replace the Master tepa selira built traditional societies, this cultural forwarded on Colonialism through the economy, again the target of natural wealth into Western society.

All actions of indigenous people has always been the object of Their thinking That society traditionally views not feasible in Realizing its local wisdom, then the JIT anti-culture with Liberal thinking (Colonialism) That have been clearly contrary to the indigenous community in addressing the issues Various That exists in the midst of public life.

revival of traditional society among the Muslims is a form of a wise policy of the local community, to stem the Liberal movement which brought JIL, as it is considered incompatible with the idea of the Liberal identity of indigenous people, so that the Traditional Islamic Network provides an understanding that the liberal colonial exploitation of resources leading natural resources, even those starting from the claimed identity of religious, social, cultural and other fields who want to be absolutely controlled, so that colonialism can run smoothly in the land of natives at this time, in the sense of absoluteness that western nations in achieving desired goals dredging of natural wealth, by way of dismantling the tradition, even religion is regarded as a barrier to western imperialism, so consciously or unconsciously JIL has been created as a puppet of Western imperialism is full of trickery.

Global Challenges traditional Islamic network is not limited to the fate of Muslims alone, but on the whole humanity. This is because Islam has a mission of mercy to the whole of nature, which not only benefits oriented to a particular nation, let alone a particular elite. Therefore, strategies must be adopted JIT also does not have a global strategy based on the Personality '. But based on the personality of indigenous communities as a way of taking the perspective of community life, Tepa selira (tolerance) have been tested since the time of the ancient Mataram kingdom, Sriwijaya, majapahit as well as other indigenous kingdoms. Tepa selira personality is perfect for people of Indonesia and implemented in the lives of indigenous people.

Dilapidation of liberalism with the system of capitalism is evident, either in the form of environmental degradation, poverty in third world and the disorientation of life on their own communities, some of which reflected the increase in drug use and suicide rates. Ordinary people in the West was finally feeling something was not right and not fair on the system imposed upon them. They realize that the system benefits only a small handful of their elite, namely the capitalists (liberalism) and the politicians who realize the goal of capitalist legally.

The Western capitalist lobby of the intellectuals in developing countries that have large natural resources, whether Muslim or not, for their economic and political change political culture, so that the more efficiently with the global market, and for it to be "friendly" against the West. The pelobby This is a very high-income professionals who cheat countries around the world trillions of dollars, this scam started with a fresh breeze and create a network of liberal Islam as a savior as if ignorance, but their real goal is the twit who leads impoverishment.

Clear evidence of occupation in the name of freedom of style with a liberal free market (WTO, AFTA, APEC), these countries have opened the tap privatization exceptional, including by selling public assets to foreign private them, either with a reason to pay the debt, as well as to be compatible with international rules. In Indonesia, people are proud when holding PAM Jaya with Lyonase from France and the Thames from the British, as if with the public service company to go international. What then happens is that customers should pay a more expensive and almost no expansion of service coverage.

Other evidence is the sale SOEs (eg Indosat to Singapore Including, Sukarno Hatta Airport to Schiphol Netherlands) and national private (eg to Danone Aqua, Sampurna to Phillip Morris and others). Meanwhile, new investment, especially related to natural resources, energy and infrastructure, almost all of them always granted to foreigners. What about the oil wells in Cepu given to ExxonMobile, or in the Natuna gas field. All this followed the practice of unfair and ekploitatif already incurred tens of years with Freeport or Newmont. In Freeport, gold concentrates shipped directly to America, without a single customs officer at the port. The government is satisfied with the fact that PT FreeportIndonesia is the largest taxpayer. Approximately USD. 6 Trillion he has paid every year into government coffers. But how exactly they rake in from Indonesia nobody knows.

So the traditional Islamic network is the historical truth that has been proven as a means of uniting indigenous people in the community forum, to oppose the movement of the west who want to re-plug in our land occupation,, to the western imperialsme (dutch) do not let it happen to be two volumes of which echoed colonial America and its allies, because they not only eat the treasure, but millions of lives should be lost as a victim of the struggle to defend freedom.

From the description above all returned at ourselves, whether we will stand as an indigenous fighter or we will act as occupiers who bernaungan under the feet of the liberal nation that now faces JIL (Liberal Islam Network).

Memahami Bahasa Iman


Iman merupakan getaran jiwa seseorang dalam memahami dan meraba sesuatu yang sulit di terka lewat akal, walaupun bisa itupun cuma sedikit kita bisa meraba tentang apa yang bernama iman tersebut, sehingga iman saya ibaratkan keyakinan dalam jiwa seseorang atas apa yang yang menjadi sumber inspirasi tentang kesempurnaan.

Iman kepada Allah SWT adalah satu kalimat yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Namun demikian, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan iman kepada Allah Subhanahu wa ta’alaa tersebut? Beriman kepada Allah subhanhu wa ta’alaa adalah membenarkan dengan yakin akan adanya Allah subhanhu wa ta’alaa, membenarkan dengan yakin akan keesaan-Nya, baik dalam perbuatan-Nya menciptakan alam makhluk seluruhnya, maupun dalam menerima ibadat segenap makhluk-Nya, kemudian juga membenarkan dengan yakin, bahwa Allah swt memiliki sifat sempurna, suci dari segala sifat kekurangan dan suci pula dari menyerupai segala yang baru (makhluk). Sebuah pembenaran yang terealisir dalam hati, lisan, dan amal perbuatan.

Dalil-Dalil Tentang Iman Kepada Allah

Firman Allah SWT:

Wahai orang yang beriman; berimanlah kamu kepada Allah, Rasul-Nya (Muhammad SAW), kitab yang diturunkan kepada Rasul-Nya dan kitab yang telah diturunkan sebelumnya. Barangsiapa kafir (tidak beriman) kepada Allah, malaikat-Nya. kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan Hari Akhirat, maka sesungguhnya orang itu sangat jauh tersesat. QS. an-Nisaa' (4): 136.

Dan Tuhan itu, Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan selain Dia. Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. QS. al-Baqarah (2): 163.

Allah itu tunggal, tidak ada Tuhan selain Dia, yang hidup tidak berkehendak kepada selain-Nya, tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya lah segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Bukankah tidak ada orang yang memberikan syafaat di hadapan-Nya jika tidak dengan seizin-Nya? Ia mengetahui apa yang di hadapan manusia dan apa yang di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sedikit jua pun tentang ilmu-Nya, kecuali apa yang dikehendaki-Nya. Pengetahuannya meliputi langit dan bumi. Memelihara kedua makhluk itu tidak berat bagi-Nya. Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar. QS. al-Baqarah (2): 255.


Rukun Iman yaitu:

1. Beriman kepada Allah swt.
2. Beriman kepada Malakat-malaikat Allah.
3. Beriman kepada Kitab-kitab Allah.
4. Beriman kepada Rasul-rasul Allah.
5. Beriman kepada hari kiamat.
6. Beriman kepada takdir.

Iman kepada Allah ialah:

1. Membenarkan dengan yakin akan adanya Allah;
2. Membenarkan dengan yakin akan keesaan-Nya, baik dalam perbuatan-Nya menciptakan alam makhluk seluruhnya, maupun dalam menerima ibadat segenap makhluk-Nya;
3. Membenarkan dengan yakin, bahwa Allah bersifat dengan segala sifat sempurna, suci dari segala sifat kekurangan dan suci pula dari menyerupai segala yang baharu (makhluk).


Dari uraian di atas berarti wujud iman merupakan sebuah keyakinan dalam jiwa seseorang tentang maha sempurna bahwa Allah SWT adalah sang maha pencipta dan maha segala yang ada.

Iman di wujudkan dalam perilaku sehari-hari sebagai bentuk cinta kita pada sang maha pencipta, dengan sadar bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT.

Mewujudkan iman merupakan kewajiban kita sebagai manusia dalam melakukan aktivitas sehari-hari, sehingga dengan kekuatan iman hati dan jiwa kita dapat tentram dalam menjalankan kehidupan yang semakin kompleks ini.

Memahami bahasa iman merupakan sesuatu yang punya nilai dalam jiwa seseorang, sehingga barang siapa yang mendapatkan hidayah, maka orang tersebut akan mendapatkan iman dalam makna yang sesungguhnya, tetapi apabila tidak mendapatkan petunjuk, maka orang tersebut akan tetap dalam jalan kesesatan.

Wallahu a'lam bisshowab..............

Friday, 3 December 2010

Zaman Tak Waras Memahami Islam

by: Khoirul Taqwim

Tolong bagi yang membaca kalau mental belum tertata rapi dan emosi tidak terkendali saya sarankan hati-hati membaca tulisan ini, karena malah nanti anda terjerumus dalam berita ghaib yang membuat anda bingung, tetapi bagi yang sudah siap mental silahkan membaca sampai selesai.

Melihat gonjang-ganjeng zaman yang kian terasa dalam kehidupan manusia, ternyata Islam di hadapkan beragam permasalah yang di perlukan jawaban yang tepat dan arif dalam menyikapi kehidupan yang kian terasa menyengat dalam kehidupan masyarakat, sehingga memunculkan multi tafsir tentang Islam itu sendiri.

Sebagian ada yang ngotot Islam harus tetap di sesuaikan dengan ajaran di zaman kenabian dengan ajaran murninya, tetapi di sisi lain ada yang ingin di sesuaikan dengan zaman yang kian kurang waras saat ini, berangkat dari situ tentu akan menimbulkan pertanyaan apakah Islam harus mengikuti zaman yang tidak waras?...pertanyaan di atas membuat kita berpikir kenapa ajaran Islam harus mengikuti zaman saat ini, kalau mengikuti zaman yang waras tentunya bisa di terima, tetapi kalau mengikuti zaman yang tidak waras ini yang menjadi persoalan, sebab manusia itu beragam dalam memahami permasalahan.

Kenapa saya mengatakan zaman yang tidak waras?....Melihat dari beragam kejadian tentang pelaku umat manusia yang kian jauh dari nilai-nilai Islam, seperti keadilan, persamaan, kasih sayang dan masih banyak lagi nilai-nilai yang ada dalam ajaran Islam, tetapi dalam fakta di lapangan di langgar nilai-nilai Islam tersebut seperti terjadi masalah korupsi, pembunuhan dan masih banyak lagi yang ada dalam fenomena kehidupan.

Kalau dalam bahasa jawa ada istilah yang mengatakan kita sudah memasuki zaman edan nah gah meloh edan zo ra keduman, bahasa jawa ini menggelitik untuk di tafsiri zaman yang semakin semrawut dengan tingkat permasalahan yang begitu kompleks, sehingga antara sesat dan tidak sesat terkadang sulit membedakan, walaupun terkadang hati nurani tahu ini sesat apa tidak, tetapi ternyata akal terkadang yang sudah membuat jiwa ini tertutup antara sesat dan tidak sesat.

Melihat zaman yang semakin kacau balau apakah Islam harus di paksakan dengan zaman yang tidak waras?...pertanyaan di atas menjadi tantangan besar bagi seluruh umat Islam yang ingin memahami Islam melalui multi tafsir, sebab kalau tidak dengan cermat dan hati-hati tentu akan terjadi kerusakan yang malah membuat kacau tidak bersifat konstrukrif, tetapi yang ada malah bersifat destruktif di segala aspek kehidupan beragama.

Pertanyaan muncul kembali dalam pikiran, bagaimana aksiologi Islam apabila di paksakan mengikuti zaman yang tidak waras?....kalau secara aksiologi tentu Islam akan tetap berdiri tegak walau di tempatkan di wilayah manapun berada, tetapi yang menjadi persoalan pelaku yang memahami Islam di zaman yang tidak waras ini akan menjadi apa?..kalau kita melihat dari sisi positif tentu ini merupakan zaman yang menjadi tantangan umat Islam untuk berpikir kreatif dan inovatif dan tetap pada jalur nilai-nilai Islam yang sudah ada. Namun kalau di lihat dari sisi negatif tentu akan terbawa ajaran yang jauh dari apa yang terkandung dalam nilai-nilai Islam itu sendiri.

Tulisan di atas saya tutup biarlah zaman yang kurang waras, tetapi hati dan pikiran kita semoga saja akan terus dapat mengeja dengan waras dan sesuai dengan tujuan dalam diri kita masing-masing dalam menyikapi persoalan maupun memahami beragam permasalahan yang ada dalam kehidupan masyarakat.

Wallahu a'lam bisshowab..............

Thursday, 2 December 2010

Mengatasi Islam Sesat

by: Khoirul Taqwim

Peringatan buat para pembaca untuk selalu benar-benar siap jiwa maupun pikiran dalam menerima tulisan ghaib ini, karena yang di khawatirkan nanti akan terbawa ke dalam arus yang malah membuat bingung. Sebab ini sebatas berita yang masih di alam abstrak, untuk itu saya harapkan secepat mungkin tarik nafas sedalam-dalamnya, agar dalam memahami berita ghaib tidak terbawa alam yang penuh pertanyaan dan jawaban yang tidak memuaskan.

Membaca tulisan yang masih berputar di alam bawah sadar ini, penulis menyadari bahwa tulisan ini masih jauh dari bahasa ilmiah, tetapi paling tidak dapat membuat kita tersenyum atau barang kali membuat kita cemberut, agar dalam diri kita terdapat beragam warna yang menghasilkan sentuhan-sentuhan yang bisa kita nikmati dalam menjalani hidup yang semakin beragam di tengah-tegah kehidupan masyarakat.

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang mengatasi Islam sesat, terlebih dahulu secara bijak apabila kita bertanya dulu kenapa ada Islam sesat?….pertanyaan di atas mengusik pikiran kita sebab di butuhkan jawaban dalam memahami dan menafsirkan dalam wilayah kesesatan seseorang, apalagi kita mengetahui bahwa dalam diri manusia punya beragam persoalan yang kompleks, sehingga muncul sebuah kesesatan yang dimiliki manusia dalam memahami dan menafsirkan Islam.

Muncul tentang Islam sesat tidak lepas dari kejiwaan seseorang maupun pikiran seseorang dalam memahami secara memaksakan diri sesuai dengan kebutuhan individu tanpa melihat apa yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, berakar dari pemahaman dan penafsiran yang jauh dari substansi agama Islam yang berlandaskan sesuai dengan ajaran yang di bawa nabi Muhammad, dari situlah timbul benih-benih kesesatan yang tidak dapat di hindarkan, sebab sebagai manusia tentu sangat menyadari bahwa kita sangat lemah memahami apa itu Islam, sehingga terkadang kesesatan itu muncul dalam diri seseorang dengan berakar ketidak tahuan secara lengkap tentang Islam itu sendiri, kalau mungkin mengetahui itu hanya sebatas secara sepotong-sepotong tentang ajaran Islam, tetapi sudah menyimpulkan yang membikin seseorang menuju ketersesatan dalam memahami Islam.

Dari pertanyaan di atas muncul pertanyaan lagi apakah boleh Islam sesat itu ada?…..Sebenarrnya pemahaman Islam sesat sudah sejak zaman kenabian sudah ada, mulai dari nabi palsu sampai orang murtad yang keluar dari jalur ajaran Islam. Menanggapi pertanyaan boleh apa tidak Islam sesat kalau di lihat dari agama Islam tentu itu merupakan salah satu bentuk peghujatan yang harus di hentikan sesegera mungkin, tetapi kalau di lihat dari sisi lain itu semua di serahkan pada Individu mau pilih sesat atau tidak, perlu di ingat juga selain kebebasan individu ada juga kebebasan sosial dalam menafsirkan boleh apa tidak Islam sesat itu ada, sebab terkadang individu mengatakan boleh, tetapi masyarakat mengatakan tidak boleh. Disinilah di perlukan bentuk tepa selira (tenggang rasa) dalam hidup bermasyarakat dan tentu tidak boleh semaunya sendiri, karena lingkungan tidak hanya di miliki secara individu, namun milik seluruh masyarakat yang hidup dalam lingkungan tersebut.

Kembali lagi ke pertanyaan apakah Islam sesat itu termasuk Islam atau bukan?…Kalau di analisa secara sederhana nama sesat sudah keluar dari ajaran Islam, berarti tidak termasuk dalam wadah Islam, tetapi kalau di lihat dari sisi lain Islam sesat merupakan wajah Islam yang pemahaman dan penafsirannya di luar ajaran Islam yang berlaku secara normatif.

Muncul lagi pertanyaan bahwa Islam sesat itu punya tujuan apa tidak?…Kalau di lihat dari ajaran tentu mempunyai tujuan merusak Islam atau mungkin tujuan berbentuk lain, tetapi kalau di lihat dari sudut yang berbeda mungkin bisa saja secara alamiah muncul dengan sendirinya tentang Islam sesat dalam diri seseorang dalam memahami tentang keislaman tanpa tujuan hanya sebatas gerak alam bawah sadar.

Pertanyaan yang terakhir adalah bagaimana cara mengatasi Islam sesat?…Terlebih dahulu kita tinjau dari psikis seseorang apakah dia sudah mengidap sakit jiwa atau dia sebenarnya waras dan sadar apa yang dia perbuat, maka di perlukan obat yang mujarab untuk mengobatinya.

Kalau jiwa yang sakit maka secepatnya pergi kedokter jiwa minta di antar teman atau keluarga, syukur-syukur bisa datang sendiri dan memberi tahu apa sebab musabab sampai bisa sedemikian rupa penyakit yang di alami seseorang dalam memahami dan menafsirkan Islam, tetapi kalau penyebab di karenakan Iman yang tipis mungkin belajar ke seseorang yang pandai tentang ilmu agama Islam yang benar, agar mendapatkan pencerahan batin dan ketenangan jiwa.

Penyakit ajaran Islam sesat ini kalau terjadi di karenakan terkena sebangsa makhluk halus bisa jin atau syetan, secepatnya pergi ke orang pandai yang mengetahui tentang penyakit yang sedang di alami sang pasien, agar rasa sakit yang di alami secepat mungkin bisa sembuh.

Selanjutnya apabila yang sakit karena fisik yang mengakibatkan menjadi Islam sesat, secepatnya pergi kedokter dan minta obat penyembuhan rasa sakit fisik, sebab bisa saja rasa sakit yang di alami seseorang yang punya pandangan Islam sesat di karenakan telah terjadi kehilangan otak yang dimiliki atau mungkin bisa juga karena otak tinggal separuh, Dari beberapa kemungkinan tadi mungkin juga ada organ-organ tubuh yang tidak berjalan dengan wajar, sehingga menimbulkan kesesatan dalam memahami Islam.